Gowa Darurat Sampah, Tumpukan Menggunung di Sejumlah Ruas Jalan
GOWA, iNewsCelebes.id - Sejumlah ruas jalan di pusat pemerintahan Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dipenuhi tumpukan sampah. Kondisi ini terjadi setelah seluruh armada pengangkut sampah DLH tidak beroperasi.
Kondisi tersebut terlihat di sejumlah titik di Kecamatan Somba Opu, Senin (21/9/2026). Tumpukan sampah antara lain terlihat di Jalan Masjid Raya, Jalan Basoi Daeng Bunga, Jalan Inspeksi Kanal, Jalan Andi Tonro hingga Jalan Matahari.
Kepala Bidang Persampahan DLH Gowa, Andi Abdul Kadir, membenarkan seluruh armada pengangkut sampah tidak beroperasi.
"Jadi tidak ada yang beroperasi (mobil sampah)," ujar Andi Abdul Kadir, Senin (21/9/2026).
Menurut Andi, layanan pengangkutan sampah terhenti karena terkendala pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan akses menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cadika di Pabentengan.
"Tidak ada anggaran untuk pembelian BBM armada pengangkut sampah. Sebelumnya kami juga telah mengajukan kompensasi perpanjangan waktu pelunasan kepada SPBU tetapi sudah lewat 15 hari anggaran juga belum turun sehingga pihak SPBU menghentikan pasokan BBMnya," kata Andi.
Selain persoalan BBM, akses menuju TPA Cadika juga ditutup oleh seseorang yang mengaku sebagai pemilik lahan.
"Pertama, kendalanya TPA ditutup. Ditutup sama oknum yang mengaku pemilik lahan. TPA Cadika, Pabentengan," bebernya.
DLH Gowa memperkirakan lebih dari 100 ton sampah terdampak akibat tidak beroperasinya armada. Penumpukan terjadi di sejumlah wilayah pelayanan, terutama Kecamatan Somba Opu dan Pallangga.
Andi memastikan kondisi tersebut bukan disebabkan sopir maupun buruh pengangkut sampah tidak bekerja.
"Lancar gajinya. Kami ini semua dari Dinas Lingkungan Hidup mau bekerja, tapi terkendala dengan ini semua. Sopir dan buruh sudah siap semua," lanjutnya.
Sementara itu, pemilik lahan TPA Cadika, Kadir Daeng Nyampa, mengatakan penutupan dilakukan karena adanya tunggakan pembayaran sewa lahan oleh Pemkab Gowa.
"Saya hanya minta kejelasan soal pembayaran sewa lahan yang sudah menunggak. Sebab selama ini tidak ada komunikasi yang terbangun dengan DLH, setiap hari puluhan truk sampah yang diangkut ke sini tapi tidak ada kepastian pembayaran sewa atau pembebasan lahan," kata Kadir, Senin (21/9/2026).
Persoalan tersebut membuat aktivitas pembuangan sampah ke TPA terganggu dan berdampak pada pengangkutan sampah di wilayah Gowa.
Wakil Ketua I DPRD Gowa, Hasrul Abdul Rajab, mengatakan persoalan sampah harus segera ditangani karena menyangkut pelayanan dasar masyarakat.
"Kami akui bahwa persoalan sampah adalah masalah serius, karena menyangkut kesehatan, kenyamanan warga, dan wajah Kota Sungguminasa sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Gowa," kata Hasrul.
DPRD Gowa akan memanggil sejumlah pihak terkait untuk meminta penjelasan mengenai terhentinya layanan pengangkutan sampah.
"Kami akan dorong langkah cepat untuk mengurai sampah yang sudah menumpuk, sekaligus membenahi sistem pengelolaan agar tidak berulang," ujarnya.
Hasrul mengatakan pihak yang akan diundang antara lain DLH Gowa, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), vendor BBM, serta pemilik lahan TPA.
"Pertama, operasional armada pengangkut sampah terganggu karena pembayaran BBM kepada pihak SPBU belum diselesaikan. Kedua, ada persoalan akses dan penggunaan lahan TPA yang juga harus segera mendapatkan kepastian," jelasnya.
Hingga Senin (21/9/2026) sore, belum ada kepastian kapan layanan pengangkutan sampah di Kabupaten Gowa kembali normal.
Editor: Muhammad Nur