Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kodam Hasanuddin dan Go Talent Academy Matangkan Produksi Film TUNGKE
Advertisement . Scroll to see content

Viral Prajurit TNI AD Kopka Arsyad Sobek Piagam Satya Lencana Gegara Gagal Seleksi Bintara

Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:00 WIB
  • author LeoMN
Viral Prajurit TNI AD Kopka Arsyad Sobek Piagam Satya Lencana Gegara Gagal Seleksi Bintara
Aksi emosional Kopka Arsyad yang menyobek piagam penghargaan lantaran gagal seleksi Bintara TNI AD. Foto: Ist

MAKASSAR, iNewsCelebes.id – Video seorang prajurit TNI AD yang meluapkan kekecewaan setelah dinyatakan tidak lulus seleksi Pendidikan Pembentukan Bintara Khusus (Diktukbasus) Kodam XIV/Hasanuddin viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 2 menit 24 detik tersebut, prajurit bernama Kopka Arsyad itu memperlihatkan kekecewaannya setelah berulang kali gagal dalam seleksi Secaba. Bahkan, ia terlihat menyobek sejumlah piagam penghargaan Satya Lencana Kesetiaan menggunakan pisau.

Dalam rekaman itu, Kopka Arsyad mengaku telah mengikuti seleksi Secaba selama lebih dari 10 tahun. Namun, hingga kini dirinya belum berhasil lolos untuk mengikuti pendidikan pembentukan bintara.

Ia juga mempertanyakan hasil pemeriksaan kesehatan yang membuatnya dinyatakan tidak memenuhi syarat, sementara menurut pengakuannya terdapat peserta lain dengan riwayat penyakit komplikasi yang justru dinyatakan lulus.

"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Izin Bapak Pangdam, Bapak Kasad, saya Kopda Arsyad. Izin Bapak, saya sudah lebih 10 tahun ikut mengikuti seleksi Secaba. Sampai-sampai sekarang pun saya tidak lulus-lulus," ucap Kopka Arsyad dalam video beredar.

Arsyad turut mengungkapkan kekecewaan terhadap penghargaan yang selama ini diperolehnya selama bertugas. Ia merasa pengabdiannya selama puluhan tahun seolah tidak dihargai setelah berulang kali gagal dalam seleksi.

"Selama 26 tahun, Bapak, saya belum pernah, alhamdulillah belum pernah saya merusakan sakit. Setiap saya tes, saya dinyatakan sakit. Jadi tolong, apabila memang perbuatan saya seperti ini, Bapak, dianggap itu pelanggaran, tolong hukum saya, penjarakan saya apabila itu dianggap pelanggaran," katanya.

Meski menyampaikan protes, Arsyad menegaskan kekecewaannya bukan ditujukan kepada institusi TNI. Ia justru mengaku bersyukur karena selama berdinas dapat menghidupi keluarga dan memenuhi kebutuhan hidup.

"Bukan TNI yang tidak baik, Bapak, bukan TNI yang tidak baik. TNI itu sangat baik, karena saya selama dinas 20 tahun alhamdulillah saya bisa bangun rumah, bisa kasih makan anak istri saya, bisa beli tanah sedikit, Bapak. Jadi TNI, Bapak, ibarat mobil ini membeli, tidak rusak, yang rusak itu pengemudinya," tuturnya.

Kodam Hasanuddin Buka Alasan Arsyad Tidak Lulus

Menanggapi video yang beredar, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XIV/Hasanuddin Kolonel Arm Andi Akbar menjelaskan bahwa pelaksanaan seleksi Diktukbasus TNI AD memiliki persyaratan dan mekanisme yang telah ditetapkan.

Menurutnya, penentuan hasil seleksi dilakukan berdasarkan sejumlah aspek penilaian, meliputi administrasi, kesehatan, hingga peringkat peserta sesuai alokasi yang tersedia.

Ia menegaskan tidak ada pengaturan atau pengarahan untuk meluluskan maupun menggugurkan peserta tertentu. Seluruh hasil ditentukan berdasarkan penilaian dan persyaratan yang berlaku.

"Kopka Arsyad dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) karena usianya telah melampaui batas ketentuan selama 1 tahun 5 bulan. Sementara itu, hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan HbsAG (Hepatitis B) reaktif (positif). Dari aspek peringkat, yang bersangkutan berada pada urutan ke-100 dari 126 peserta, sedangkan alokasi untuk mengikuti seleksi tingkat pusat berdasarkan ketentuan Disminpersad hanya sebanyak 61 orang," jelas Kapendam.

Andi Akbar menambahkan, mekanisme seleksi di lingkungan Kodam XIV/Hasanuddin berlaku untuk berbagai jenjang pendidikan dan penerimaan prajurit.

Mulai dari seleksi Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktuba), Pendidikan Pembentukan Perwira (Diktukpa), Calon Bintara (Caba), Calon Tamtama (Cata), Sekolah Perwira hingga Akademi TNI.

Seluruh tahapan tersebut, kata dia, dilaksanakan secara objektif, transparan, dan akuntabel sesuai ketentuan yang berlaku.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar menyikapi informasi yang beredar di media sosial secara bijak serta melakukan verifikasi sebelum menarik kesimpulan.

Kodam XIV/Hasanuddin berharap masyarakat memperoleh informasi secara utuh melalui penjelasan resmi sehingga tidak terjadi kesalahpahaman terhadap proses seleksi prajurit TNI AD.

Editor: Leo Muhammad Nur

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut