Kerusakan parah ditandai dengan rusaknya rangka atap dan dinding rumah, sementara kerusakan ringan berupa lepasnya beberapa lembar seng.
Menindaklanjuti kejadian itu, Pemerintah Kabupaten Barru bergerak cepat bersama BPBD, Dinas Sosial, Baznas, TNI/Polri, camat, dan lurah setempat langsung turun ke lokasi untuk melakukan pendataan serta penanganan awal.
“Ada tiga rumah yang hampir separuh atapnya terbang. Kami sudah memberikan bantuan berupa uang untuk upah dan pembelian paku serta seng yang rusak. Mudah-mudahan besok sudah bisa tertutup semua,” ujar Abubakar.
Ia menambahkan, seluruh rumah yang terdampak masih dinilai layak huni sehingga belum diperlukan pendirian tenda pengungsian. Pemerintah daerah juga menyalurkan sekitar 20 lembar terpal kepada warga terdampak.
“Total ada 27 rumah di Kelurahan Palanro yang terdampak dengan kondisi berbeda-beda. Bantuan ini bersifat stimulan sebagai bentuk empati pemerintah bersama Baznas dan seluruh jajaran,” kata Abubakar.
Editor : Muhammad Nur
Artikel Terkait
