Namun, dengan ketekunan dan keyakinan, usahanya perlahan membuahkan hasil. Setelah berjalan sekitar satu tahun, lemari buatannya mulai diminati pasar dan mendapat pesanan dari berbagai daerah.
Dalam proses produksi, Muhtar mengutamakan ketelitian dan kekuatan rangka. Bahan aluminium dipotong dengan presisi sebelum dirakit menjadi lemari yang kokoh dan tahan lama.
Kini, dari usaha tersebut, Muhtar mampu meraup keuntungan berkisar Rp 15 juta hingga Rp 30 juta per bulan. Harga lemari buatannya dibanderol mulai Rp 500.000 hingga Rp 25 juta, tergantung ukuran, tingkat kesulitan, dan kualitas bahan yang digunakan.
Dalam sehari, Muhtar mampu memproduksi empat hingga delapan unit lemari dengan berbagai model sesuai permintaan pelanggan.
Kisah Muhtar menjadi bukti bahwa keterbatasan pendidikan bukan penghalang untuk meraih kesuksesan, selama disertai kerja keras, konsistensi, dan keberanian untuk mencoba.
Editor : Muhammad Nur
Artikel Terkait
