Jika 10.000 Kebun Tumbuh di Makassar: Urban Farming, Tanami Tanata, dan Masa Depan Kota yang Mandiri

Arham Hamid
Ilustrasi Opini Pemerhati Tata Kota & Lingkungan, Mashud Azikin. Foto: Ist

Mandiri Pakan dan Ekologi Kota

Urban farming yang terintegrasi tidak berhenti pada tanaman. Sisa sayur dari dapur dan kebun bisa dimanfaatkan untuk budidaya maggot, yang kemudian menjadi pakan ikan atau unggas.

Sebuah siklus kecil terbentuk: sampah menjadi maggot, maggot menjadi pakan, pakan menjadi sumber pangan baru.

Ekologi kecil seperti ini mungkin tampak sederhana. Namun jika terjadi di ribuan rumah, ia akan membentuk sistem ekologis kota yang jauh lebih sehat.

Ketika Gerakan Bertemu Kebijakan

Urban farming tidak akan berkembang hanya dengan kebijakan pemerintah. Ia juga tidak akan berkembang hanya dengan gerakan komunitas. Ia membutuhkan keduanya.

Program Urban Farming Terintegrasi yang didorong Pemerintah Kota Makassar membuka ruang bagi gerakan warga seperti Tanami Tanata’ untuk berkembang lebih luas.

Di sisi lain, gerakan sosial memberi energi dan partisipasi yang tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh program birokrasi.
Ketika kebijakan dan gerakan bertemu, perubahan kota dapat bergerak lebih cepat.

Editor : Muhammad Nur

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4 5 6

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network