Jembatan tersebut menjadi akses penting bagi sekitar 80 kepala keluarga di Kampung Rapu-Rapu Pajawaya. Selain digunakan untuk aktivitas sehari-hari dan akses anak sekolah, jembatan juga memudahkan petani membawa hasil panen menuju jalan raya.
Umar mengatakan, akses yang lebih dekat tersebut diharapkan dapat menekan biaya angkut hasil pertanian yang sebelumnya cukup mahal.
Pembangunan jembatan juga mendapat dukungan dari masyarakat. Bahkan, salah seorang warga bersama keluarganya secara sukarela membantu pelebaran jembatan sekitar satu meter dengan panjang kurang lebih 40 meter.
“Dari awal sampai akhir yang terlibat adalah anggota TNI bersama masyarakat,” jelas Umar.
Lurah Bori Appaka, Irma, mengatakan pemerintah kelurahan juga telah melakukan pendekatan kepada pemilik lahan untuk mendukung pengembangan akses jalan menuju jembatan.
Ia menyebut warga telah menyepakati pelebaran akses sepanjang sekitar 41 meter dengan lebar satu meter. Pemerintah kelurahan juga telah mengusulkan pembangunan pelebaran jalan, penimbunan, dan talut.
“Proposalnya sudah selesai dan sudah disepakati serta disetujui Pak Bupati. Sudah dimasukkan dalam Musrenbang, tinggal pembahasan,” kata Irma.
Dengan pembangunan jembatan dan rencana peningkatan akses jalan tersebut, pemerintah berharap mobilitas warga semakin mudah. Terlebih, wilayah tersebut dihuni sekitar 80 kepala keluarga atau 144 jiwa.
Warga pun berharap pembangunan akses jalan dapat segera direalisasikan sehingga kendaraan roda empat dapat masuk dan aktivitas masyarakat, khususnya petani, semakin lancar.
Editor : Muhammad Nur
Artikel Terkait
