Dukungan tersebut menunjukkan pentingnya kerja sama antara keluarga, pelatih, dan sekolah dalam mendampingi atlet usia dini. Kesempatan untuk berlatih dan mengikuti kompetisi menjadi lebih bermakna ketika anak tetap memperoleh dukungan untuk menjaga keseimbangan antara pendidikan, pembentukan karakter, dan pengembangan bakat.
Di bawah bimbingan Coach Nurhalisah, Nafeesa terus mengasah teknik panahan dan membangun kebiasaan latihan yang terarah. Sementara itu, dukungan dari SD Al-Qur'an Wahdah Islamiyah 02 Makassar turut memberikan ruang bagi dirinya untuk menjalani kegiatan olahraga tanpa mengabaikan tanggung jawab sebagai pelajar.
Prestasi yang diraihnya di Forkot Makassar 2026 tidak membuat Nafeesa berhenti belajar. Ia justru ingin berbagi semangat kepada anak-anak lain yang tertarik menekuni olahraga panahan tradisional.
“Jangan takut coba, Kak! Kuncinya itu harus berani, fokus, dan jangan lupa berdoa dulu sebelum memanah. Kalau meleset jangan sedih, coba lagi. Latihan yang rajin dan harus jaga adab. Insya Allah bisa juara juga,” pesannya.
Menurut Nafeesa, keberanian untuk mencoba dan kemauan untuk terus berlatih merupakan bagian penting dalam perjalanan meraih prestasi. Kegagalan dalam satu bidikan bukan alasan untuk menyerah, melainkan kesempatan untuk memperbaiki teknik dan meningkatkan kemampuan.
Pesan sederhana tersebut mencerminkan semangat seorang atlet muda yang tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga belajar tentang kedisiplinan, kesabaran, dan sikap sportif melalui olahraga.
Editor : Arham Hamid
Artikel Terkait
