Perang Petasan Berujung Maut di Makassar, 6 Orang Ditangkap Polisi
MAKASSAR, iNewsCelebes.id – Sebanyak enam pemuda diamankan usai diduga terlibat dalam kasus penganiayaan hingga menewaskan Muh Fiqri Syahrul (19) di Jalan Kerung-kerung, Kecamatan Makassar, Kota Makassar. Peristiwa tragis tersebut terjadi saat malam pergantian tahun.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol. Arya Perdana mengatakan, keenam terduga pelaku masing-masing berinisial R (20), F (18), MRP (15), MR (18), FMS (20), dan JMA (25).
“Jumlah orang yang ditangkap enam orang. Terdiri lima dewasa dan satu anak di bawah umur,” ujar Arya Perdana saat konferensi pers di Mapolrestabes Makassar, Senin (5/1/2025).
Berawal dari Petasan, Berujung Pengeroyokan
Arya menjelaskan, insiden bermula saat korban bersama rekannya berada di sekitar lokasi kejadian. Mereka melihat sekelompok pemuda menyalakan petasan, yang salah satunya diarahkan ke arah warung tempat kekasih korban bekerja.
“Selanjutnya korban mendatangi pelaku. Di situ terjadi pengeroyokan dan salah satu pelaku menusuk korban dengan menggunakan senjata tajam (sajam),” kata dia.
Akibat penyerangan tersebut, korban mengalami luka tusukan di bagian punggung serta luka di kepala. Korban sempat mendapat pertolongan, namun nyawanya tidak tertolong.
Polisi menyebut, aksi kekerasan itu dipicu oleh rasa tersinggung dari para pelaku.
“Untuk motifnya, ketersinggungan,” ucap Arya.
Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 170 ayat (2) ke-3, Pasal 351 ayat (3), dan Pasal 338 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.
Kesaksian Kerabat Korban
Kerabat korban, Rifki Andika, mengungkapkan bahwa dirinya bersama korban datang ke Makassar dari Kabupaten Gowa untuk merayakan malam Tahun Baru sekaligus menjemput kekasih korban.
“Saya temani sepupu ke pacarnya untuk rayakan tahun baru. Korban orang Pallangga, saya dari Bontonompo. Kami boncengan motor ke Makassar,” ujarnya.
Rifki mengaku sempat menegur para pemuda yang menyalakan petasan agar menghentikan aksinya. Namun, situasi justru berubah menjadi ricuh.
“Saya keluar dan bilang sudah, sudah. Tapi mereka lari ke sini dan main petasan lagi. Di situ saya lihat korban dikeroyok,” katanya.
Menurut Rifki, jumlah pelaku yang terlibat diperkirakan lebih dari enam orang.
“Sekitar tujuh orang, beberapa di antaranya membawa senjata tajam,” tutupnya.
Editor : Muhammad Nur