get app
inews
Aa Text
Read Next : Terbongkar! Izin 3.000 Hektare di Hutan Gowa Diduga Disalahgunakan untuk Ilegal Logging

Sosok Hawatiah di Gowa, Dari Honorer 26 Tahun hingga Dilantik PPPK di Hari Pensiun

Selasa, 06 Januari 2026 | 06:28 WIB
header img
Sosok Hawatiah Daeng Bau (58), tenaga honorer yang mengabdi selama 26 tahun sebagai penyuluh keluarga berencana (KB) di Gowa. Foto: Nirwan

GOWA, iNewsCelebes.id – Sosok Hawatiah Daeng Bau (58), tenaga honorer yang mengabdi selama 26 tahun sebagai penyuluh keluarga berencana (KB) menyita perhatian saat pelantikan dan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan Senin (5/1/2026) kemarin.

Hawatiah menjadi satu dari 3.924 honorer yang menerima Surat Keputusan (SK) yang digelar di Taman Sultan Hasanuddin, Jalan Tumanurung, Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu, Senin (5/1/2026).

Rupanya pelantikan ini juga manandai penutup masa pengabdiannya. Hawatiah resmi pensiun per 31 Desember 2025, tepat saat usianya mencapai batas akhir masa kerja.

Meski demikian, Bupati Gowa Husniah Talenrang tetap mengikutsertakan dalam prosesi pelantikan hingga memanggil khusus ke panggung.

“Ini menjadi momen pertama di Gowa. Ada pegawai yang dilantik sekaligus pensiun,” ucap Husniah di hadapan peserta.

Dalam dialog singkat di atas panggung, Husniah menanyakan kondisi keluarga Hawatiah.

“Tinggal sama siapa, Bu?” tanya Husniah.

“Tinggal sama anak bungsu yang honorer juga di SD,” jawab Hawatiah.

Sebagai bentuk penghargaan atas pengabdiannya, Pemerintah Kabupaten Gowa memberikan hadiah khusus kepada Hawatiah.

Hawatiah mengaku bahagia sekaligus sedih.

“Ini kado awal tahun sekaligus pensiun,” katanya usai pelantikan di Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PP dan KB) Kabupaten Gowa, Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo.

Sejak tahun 2000, Hawatiah bertugas sebagai kader dan penyuluh di Kelurahan Paccinongang, Kecamatan Somba Opu. Ia dikenal sebagai penyuluh yang aktif turun langsung ke lapangan, mendata dan menyambangi rumah warga satu per satu.

“Banyak suka duka. Ada yang sambut hangat, ada juga yang ragu waktu didata. Tapi dari situ saya dapat banyak pengalaman hidup,” kenangnya.

Selama puluhan tahun berstatus honorer, penghasilan yang diterima Hawatiah tidak menentu.

“Kalau ada rezeki ada, kalau tidak ya tidak ada,” ujarnya.

Untuk mencukupi kebutuhan keluarga, ia membuka usaha sampingan berjualan telur asin.

“Kalau di Gowa sudah dikenal. Tidak asin mi namanya,” katanya sambil tersenyum.

Hawatiah adalah ibu dari empat anak dan kini telah memiliki cucu. Suaminya telah meninggal dunia tiga tahun lalu. Semasa hidup, sang suami juga berstatus tenaga honorer di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Kini meski tak lagi bertugas sebagai penyuluh, Hawatiah bersyukur masih bisa berperan sebagai kader.

“Alhamdulillah ada gaji, ada juga penghargaan dari Bupati, Wakil Bupati, dan Dinas,” ujarnya.

Ia berharap pengabdiannya dapat menjadi inspirasi, terutama bagi anak-anaknya yang masih berstatus honorer.

“Saya ikhlas. Kalau tidak lanjut jadi pegawai, mungkin ada rezeki di tempat lain,” tutupnya.

 

Editor : Muhammad Nur

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut