Tangis Guru Honorer Pecah di Tengah Euforia Pelantikan PPPK Paruh Waktu di Gowa
Guru tersebut mengaku tetap bangga mengenakan seragam guru, meskipun kerap mendapat cibiran karena bukan aparatur sipil negara (ASN).
“Kami bangga pakai seragam ini, meskipun di luar banyak yang mencibir, kok non-ASN pakai seragam,” ucapnya.
Ia juga mengungkapkan rasa sedih ketika harus menempatkan diri di barisan paling belakang saat mengenakan batik.
“Paling menyedihkan saat pakai batik, kami harus berdiri paling pojok untuk tahu diri,” tuturnya.
Meski demikian, ia mengapresiasi sikap beberapa kepala sekolah yang berupaya melakukan penyetaraan.
“Alhamdulillah, kepala sekolah bilang pakai saja sebagai bentuk penyetaraan. Tapi saya yakin di hati teman-teman masih ada rasa miris,” tambahnya.
Menanggapi video tersebut, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Gowa, Rostam, membenarkan adanya pertemuan dengan para guru honorer.
Ia mengatakan pertemuan berlangsung di kantornya pada Senin (5/1/2025), usai penyerahan surat keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.
“Mereka menyampaikan curhatnya di depan saya. Mereka mengeluarkan unek-uneknya, dan saya juga memberikan pengarahan,” kata Rostam.
Menurut Rostam, penyampaian aspirasi merupakan hal yang wajar.
“Wajar jika orang menyampaikan aspirasinya. Kita dengarkan dan kita usahakan penyelesaiannya sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Editor : Muhammad Nur