Enam Kecamatan Rawan Kekeringan di Makassar, Distribusi Air Bersih Mulai Disiapkan
Menurutnya, krisis air tidak hanya berdampak pada ketersediaan kebutuhan dasar, tetapi juga berpotensi memicu gangguan kesehatan, aktivitas pendidikan, hingga konflik sosial di masyarakat.
Selain itu, Pemkot Makassar juga mengantisipasi dampak lanjutan El Nino seperti meningkatnya risiko kebakaran akibat suhu panas dan angin kering, serta lonjakan penyakit seperti ISPA, dehidrasi, penyakit kulit, hingga tuberkulosis (TB).
Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Fadli Tahar, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memetakan enam kecamatan yang berpotensi terdampak paling parah, yakni Tallo, Panakkukang, Tamalanrea, Biringkanaya, Manggala, dan Ujung Tanah.
“Tallo menjadi wilayah paling rawan, terutama di kawasan Buloa yang bahkan saat musim hujan masih mengalami kekurangan air bersih,” jelasnya.
Ia menambahkan, BPBD kini memasuki tahap prasiaga dengan melakukan survei lapangan guna memastikan kondisi terkini sebagai dasar intervensi.
Selain mengandalkan anggaran daerah, Pemkot Makassar juga membuka peluang pendanaan dari luar melalui koordinasi dengan BNPB dan Kementerian BUMN guna memperkuat penanganan.
“Distribusi air bersih menjadi prioritas utama. Kami bentuk operasi terpadu satu komando agar penanganan lebih cepat dan efektif,” tegas Fadli.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkot Makassar berharap dampak kekeringan akibat El Nino 2026 dapat diminimalisir, sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Editor : Muhammad Nur