Siap-siap! Lapak Kelapa Muda di Benteng Rotterdam Akan Ditertibkan, Direlokasi ke Pasar Kampung Baru
MAKASSAR, iNewsCelebes.id – Sebanyak 18 lapak pedagang kelapa muda yang selama ini berjualan di kawasan Benteng Fort Rotterdam dan sekitar kantor RRI, Kelurahan Bulo Gading, Kecamatan Ujung Pandang akan ditertibkan.
Pemerintah Kota Makassar bersama PD Pasar Makassar menyiapkan Pasar Kampung Baru sebagai lokasi relokasi, sekaligus kawasan kuliner baru.
Direktur Operasional Perumda Pasar Makassar Raya, Rusli Patara, mengatakan pembongkaran tersebut sebagai bagian dari program penataan kawasan strategis kota sekaligus mengembalikan fungsi trotoar dan drainase yang selama ini digunakan sebagai tempat berjualan.
"Relokasi bukan untuk mematikan usaha pedagang. Kami memastikan mereka tetap bisa berusaha dan mencari nafkah di tempat yang lebih tertib, aman, dan memiliki kepastian hukum," ujar Rusli usai sosialisasi relokasi kepada pedagang di Kantor Perumda Pasar Makassar Raya.
Menurutnya, Perumda Pasar telah menyiapkan sekitar 20 los untuk menampung 18 pedagang kelapa muda yang akan direlokasi dari kawasan Benteng Rotterdam. Lokasi tersebut berada di bagian depan Pasar Kampung Baru dan menghadap langsung ke jalan utama sehingga mudah diakses masyarakat.
Selain menyediakan tempat usaha, pemerintah juga akan melengkapi area relokasi dengan tenda kerucut serta fasilitas penyimpanan kelapa berbahan besi yang dirancang lebih rapi dan tidak mengganggu estetika kota.
"Tempatnya sudah kami siapkan. Pedagang bisa langsung beraktivitas dengan lebih nyaman setelah proses relokasi dilakukan," katanya.
Rusli optimistis perpindahan ke Pasar Kampung Baru tidak akan mengurangi potensi pendapatan para pedagang. Pasalnya, lokasi tersebut masih berada di pusat Kota Makassar dan tidak jauh dari Benteng Rotterdam maupun kawasan Pantai Losari.
Ke depan, Pasar Kampung Baru juga akan dikembangkan sebagai sentra kuliner terpadu yang menampung berbagai pedagang kaki lima dari sejumlah kawasan strategis kota.
Sementara itu, Camat Ujung Pandang, Nanin Sudiar, mengatakan proses relokasi telah melalui tahapan sosialisasi dan komunikasi dengan para pedagang selama hampir dua pekan terakhir.
"Kami sebelumnya sudah menyampaikan kepada para pedagang bahwa akan ada penertiban dan relokasi. Ini merupakan bagian dari penataan kota yang dilakukan secara bertahap," ujarnya.
Nanin menjelaskan, Pasar Kampung Baru dipilih karena lokasinya masih berada di kawasan pusat kota dan hanya berjarak sekitar 300 meter dari lokasi para pedagang saat ini.
Menurut dia, pemerintah tidak bermaksud menghilangkan mata pencaharian warga, melainkan memindahkan aktivitas usaha ke lokasi yang lebih legal, aman, dan tertata.
"Pemerintah tidak mematikan ekonomi masyarakat. Justru kami menyiapkan tempat baru yang lebih layak agar usaha mereka dapat berjalan lebih baik dalam jangka panjang," tegasnya.
Rencananya, proses relokasi akan mulai dilaksanakan pekan depan setelah seluruh tahapan administrasi, sosialisasi, dan penyiapan fasilitas selesai dilakukan.
Pemkot Makassar berharap penataan kawasan Benteng Rotterdam dapat berjalan tanpa mengabaikan keberlangsungan usaha masyarakat, sekaligus menciptakan kawasan wisata yang lebih tertib, nyaman, dan representatif.
Editor : Muhammad Nur