get app
inews
Aa Text
Read Next : Gempa M 7,7 Guncang Filipina, 25 Wilayah Indonesia Siaga dan Waspada Tsunami

Gempa M 6,7 Palu Dipicu Sesar Sausu, BMKG Catat 71 Kali Gempa Susulan

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:12 WIB
header img
BMKG melaporkan telah terjadi sebanyak 71 kali aktivitas gempa susulan (aftershock) pascagempa tektonik besar berkekuatan magnitudo (M) 6,7 mengguncang Palu. Foto: BMKG

Meskipun dinyatakan aman dari ancaman gelombang laut, guncangan gempa ini melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah dengan tingkat intensitas yang bervariasi. Warga di wilayah Palolo, Sigi menjadi yang paling terdampak hebat karena merasakan guncangan kuat pada skala VII MMI, sementara wilayah Torue dan Parigi Selatan menghadapi intensitas VI - VII MMI. Selain itu, guncangan berskala V - VI MMI meluas hingga ke Kota Sigi Biromaru dan Kota Palu. Adapun wilayah Kota Poso, Donggala, serta Pasangkayu turut merasakan getaran meski pada skala yang lebih rendah, yakni IV - V MMI.

Dampak Kerusakan Infrastruktur dan Pemantauan Laut
Hingga sore hari, BMKG telah menerima laporan resmi mengenai rentetan dampak kerusakan infrastruktur dan bangunan di daerah terdampak. Wilayah Sigi mencatat dampak kerusakan struktural paling parah pada skala intensitas VII MMI, disusul oleh Kota Palu, Parigi Utara, dan Poso pada skala intensitas VI MMI. Kerusakan dengan skala intensitas V MMI juga dilaporkan terjadi di Parigi Moutong dan Banawa Selatan, sementara wilayah Sindue, Balaesang, dan Masamba ikut melaporkan dampak ringan pada skala IV MMI.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa tim teknis BMKG masih terus bersiaga penuh di lapangan guna memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi berkala kepada stakeholder dan masyarakat luas.

“Harapannya, ke depan frekuensi aftershock akan semakin sedikit dan melemah kekuatannya,” ujarnya.

Lebih lanjut, guna menjamin rasa aman dan keselamatan warga pesisir, tim teknis BMKG terus memantau beberapa stasiun pasang surut (tide gauge) yang berada di sekitar wilayah pusat gempa secara berkala. Hasil pemantauan instrumen di lapangan menunjukkan kondisi permukaan perairan yang tetap stabil di beberapa titik kritis. Sebagai contoh, stasiun pemantau di Parigi dan stasiun pemantau di Poso tidak mendeteksi adanya kenaikan muka air laut atau pergerakan air yang mencurigakan.

“Sensor di Pelabuhan Pantoloan memang mencatat sedikit kenaikan muka air laut setinggi 7,5 cm, namun BMKG menegaskan bahwa fluktuasi kecil ini sama sekali tidak berbahaya bagi keselamatan masyarakat,” pungkasnya.

Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut