369 Kepala Sekolah di Makassar Dilantik, Wali Kota Tekankan Integritas SPMB 2026
Dalam arahannya, Munafri juga menegaskan tidak boleh ada lagi praktik titip-menitip maupun transaksi dalam penerimaan siswa baru.
“Saya tidak ingin lagi mendengar ada riak-riak negatif. Tidak boleh ada budaya titip-menitip atau praktik transaksional yang mencederai hak anak-anak kita,” ujarnya.
Menurutnya, sekolah merupakan laboratorium moral yang menjadi tempat pembentukan karakter generasi masa depan, sehingga seluruh proses pendidikan harus berlandaskan kejujuran dan keadilan.
Selain itu, Munafri juga menginstruksikan percepatan pembenahan data guru dan pegawai yang dinilai masih menjadi kendala dalam tata kelola pendidikan.
“Di era digital saat ini, data adalah kompas. Data yang keliru akan melahirkan kebijakan yang keliru,” jelasnya.
Ia meminta kepala sekolah menjadikan validasi dan perbaikan data sebagai prioritas utama setelah kembali ke sekolah masing-masing.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menegaskan pelantikan ini bukan sekadar penugasan jabatan, tetapi amanah besar untuk mencetak generasi unggul dan berkarakter.
“Pelantikan ini adalah amanah besar untuk melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.
Ia berharap para kepala sekolah dapat menjadi pemimpin yang inspiratif, profesional, serta mampu menghadirkan inovasi untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kota Makassar.
Menurutnya, kepala sekolah memiliki peran strategis sebagai motor penggerak perubahan di lingkungan pendidikan.
“Kolaborasi, dedikasi, dan inovasi yang terus dikembangkan, saya optimistis pendidikan di Kota Makassar akan semakin maju di masa depan,” tutupnya.
Editor : Muhammad Nur