get app
inews
Aa Text
Read Next : DJ Cantik Bantah Tipu Gelap di Sidrap, Sebut Hanya Sengketa Bisnis Investasi

Dosen UNM Terapkan Mesin Kabut Tenaga Surya untuk Rumah Walet di Sidrap

Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:45 WIB
header img
Dosen UNM Terapkan Mesin Kabut Tenaga Surya untuk Rumah Walet di Sidrap. (Foto: Haryuna).

SIDRAP, iNewsCelebes.id - Tim dosen Universitas Negeri Makassar (UNM) menerapkan teknologi mesin kabut otomatis berbasis sensor kelembapan dan energi surya pada usaha rumah walet di Desa Sereang, Kecamatan Maritenggae, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan.

Penerapan teknologi tersebut merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Optimalisasi Kelembapan Rumah Walet Menggunakan Sistem Kabut Mandiri Energi Surya".

Kegiatan ini diarahkan untuk menjawab persoalan yang selama ini dihadapi kelompok masyarakat produktif pengelola rumah walet, khususnya dalam menjaga kestabilan kelembapan dan mengurangi ketergantungan terhadap listrik konvensional.

Mitra kegiatan merupakan Komunitas Petani Walet Sereang yang beranggotakan 12 orang dengan pimpinan mitra H. Syahril. Dalam dokumen kegiatan, persoalan utama mitra mencakup aspek produksi dan manajemen, terutama pengendalian kelembapan rumah walet yang masih dilakukan secara manual serta ketergantungan mesin kabut terhadap listrik PLN atau genset.

Tim pengabdian menghadirkan sistem fogging otomatis yang dilengkapi sensor kelembapan. Sistem bekerja dengan membaca kondisi kelembapan di dalam rumah walet secara real time. Ketika kelembapan berada di bawah batas yang ditentukan, mesin kabut akan bekerja secara otomatis dan berhenti ketika kondisi kelembapan telah kembali ke rentang yang ditetapkan.

Dalam rancangan teknologi yang diterapkan, kondisi kelembapan rumah walet diarahkan berada pada kisaran 80–90% RH. Mekanisme otomatis tersebut diharapkan dapat membantu menjaga mikroklimat rumah walet secara lebih stabil sekaligus mengurangi ketergantungan pada pengoperasian manual.

Keunggulan lain dari inovasi ini adalah integrasinya dengan sistem panel surya off-grid. Energi matahari dimanfaatkan sebagai sumber energi mandiri untuk mendukung pengoperasian mesin kabut dan sistem kontrol kelembapan. Sistem tersebut terdiri atas panel surya, solar charge controller, baterai penyimpanan, serta inverter sesuai kebutuhan sistem.

Dengan pendekatan tersebut, teknologi yang diterapkan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produktivitas rumah walet, tetapi juga pada efisiensi energi dan keberlanjutan usaha masyarakat.

Ketua tim pengabdian, Ayu Saputri Bahar, menjelaskan bahwa program tidak berhenti pada pemasangan perangkat. Mitra juga mendapatkan pelatihan dan pendampingan agar mampu mengoperasikan serta merawat teknologi secara mandiri.

Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, mulai dari survei dan identifikasi permasalahan, sosialisasi, pelatihan teknis, penerapan teknologi, pendampingan dan monitoring, hingga evaluasi serta penyusunan strategi keberlanjutan program.

Pelatihan diberikan secara praktik langsung dengan materi meliputi pengenalan komponen, prinsip kerja mesin kabut otomatis, pengaturan kelembapan, pengenalan sistem panel surya, pengoperasian, hingga perawatan perangkat.

Mitra juga diarahkan melakukan pencatatan sederhana mengenai kelembapan, waktu operasi mesin, dan perawatan sebagai bagian dari penguatan manajemen usaha.

Kegiatan ini melibatkan kolaborasi lintas bidang keilmuan. Tim terdiri atas Ayu Saputri Bahar sebagai ketua pengusul, Hamidah Hamris dan Iriandy sebagai anggota pelaksana, serta mahasiswa Pendidikan Teknik Bangunan yang turut mendukung kegiatan pengumpulan data, dokumentasi, pendampingan, dan evaluasi.

Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian penting dalam memberikan pengalaman pembelajaran kontekstual melalui keterlibatan langsung dalam pemecahan persoalan teknologi di masyarakat.

Bagi Iriandy, keterlibatan dalam kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk mengimplementasikan keilmuan pendidikan teknologi kejuruan melalui penerapan teknologi tepat guna yang dapat dipahami dan dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.

Penerapan mesin kabut mandiri energi surya memiliki relevansi dengan agenda pemanfaatan energi bersih dan penguatan ekonomi masyarakat. Program ini mendukung SDG 7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau melalui pemanfaatan energi surya serta SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan produktivitas dan efisiensi usaha rumah walet.

Selain itu, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk mendukung penguatan ekonomi produktif masyarakat melalui pemanfaatan teknologi yang sederhana, aplikatif, dan berkelanjutan.

Tim berharap teknologi yang telah diterapkan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh mitra setelah program selesai. Mitra tidak hanya menjadi penerima teknologi, tetapi diharapkan mampu menjadi pengguna sekaligus pengelola teknologi secara mandiri.

Melalui kegiatan ini, Universitas Negeri Makassar menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi teknologi yang tidak berhenti di lingkungan kampus, tetapi dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat dan mendukung pengembangan usaha berbasis potensi lokal.

 

Editor : Arham Hamid

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut