Pemuda di Gowa Dibusur hingga Luka di Pipi dan Tangan, Polisi Selidiki Pelaku
Faisal mengatakan, saat berpapasan dengan rombongan tersebut, korban langsung diserang. Sepeda motor yang dikendarai adiknya bahkan sempat ditendang.
Beruntung, korban tidak terjatuh dan masih bisa melarikan diri. Namun, anak panah busur mengenai bagian pipi dan tangan kanannya.
Meski mengalami luka, korban tetap berusaha mengendarai sepeda motornya hingga tiba di rumah.
Faisal kemudian membawa adiknya ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
Korban awalnya dibawa ke RSUD Syekh Yusuf. Setelah mendapatkan penanganan awal, korban dirujuk ke Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Makassar, karena membutuhkan tindakan operasi.
"Setelah mengurus administrasi di Rumah Sakit Wahidin, adik saya menjalani operasi sekitar pukul 14.00 Wita. Dia baru sadar setelah salat Isya," ungkap Faisal.
Ia menjelaskan, berdasarkan perkiraan keluarga, anak panah yang mengenai adiknya menancap cukup dalam. Keluarga juga mendapat informasi dari dokter bahwa ujung mata busur berada dekat dengan tulang rawan hidung korban.
Saat ini, kondisi korban berangsur membaik. Ia masih menjalani masa pemulihan dan mengonsumsi obat sesuai resep dokter.
Faisal mengatakan, keluarga telah melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Gowa. Mereka juga berupaya mencari rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk membantu penyelidikan.
Menurut Faisal, pihaknya telah mengantongi tiga rekaman CCTV yang kemudian diserahkan kepada polisi.
"Rekamannya sudah saya serahkan untuk membantu penyelidikan," jelasnya.
Faisal menegaskan bahwa adiknya tidak memiliki musuh dan tidak tergabung dalam kelompok tertentu.
Karena itu, keluarga menduga korban menjadi sasaran penyerangan secara acak oleh rombongan pengendara motor tersebut.
Keluarga berharap polisi segera mengungkap identitas para pelaku dan menangkap mereka agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
"Kami berharap pelakunya segera ditemukan dan ditangkap. Semoga ada efek jera supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi," harap Faisal.
Editor: Muhammad Nur