Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Tangis Keluarga Pecah saat Pemakaman Rusman Hadi, Personel Damkar Pangkep yang Gugur saat Bertugas
Advertisement . Scroll to see content

Karhutla TN Babul di Pangkep Capai 27,34 Hektare, Ular Sanca Ditemukan di Area Terbakar

Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:56 WIB
  • author Udin Syahruddin
Karhutla TN Babul di Pangkep Capai 27,34 Hektare, Ular Sanca Ditemukan di Area Terbakar
Kebakaran hutan melanda TN Babul, di wilayah Kabupaten Pangkep. (Foto: Udin Syahrudin).

PANGKEP, iNewsCelebes.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul), Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, berdampak pada kawasan hutan dan satwa liar. Hingga hari kedua pemadaman, luas area terdampak tercatat mencapai 27,34 hektare.

Kebakaran terjadi di Kampung Bangkasakeang, Kelurahan Kassi, Kecamatan Balocci. Informasi awal kebakaran diterima petugas pada Minggu malam sekitar pukul 21.00 WITA.

Memasuki hari ketiga, tim gabungan masih berupaya mengendalikan api yang membakar kawasan pegunungan karst tersebut. Petugas menghadapi sejumlah kendala, terutama minimnya sumber air dan kondisi medan yang terjal serta ekstrem.

Komandan Regu 1 Manggala Agni Balai TN Bantimurung Bulusaraung, Muhammad Ikfar, mengatakan pemadaman melibatkan 20 personel Manggala Agni dan sembilan personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Pangkep.

“Untuk pemadaman di lokasi ini, kita telah melakukan pemadaman selama tiga hari,” ujar Ikfar saat menjelaskan upaya penanganan karhutla, Selasa (13/10/2026). 

Selain mengancam vegetasi hutan, kebakaran juga berdampak pada satwa liar yang berada di sekitar lokasi.

Ikfar mengungkapkan, petugas menemukan seekor ular sanca dalam kondisi masih hidup di area terdampak kebakaran. Tim kemudian melakukan pendinginan di sekitar lokasi ular tersebut.

Temuan ini menjadi salah satu perhatian petugas di tengah upaya pengendalian kebakaran di kawasan konservasi tersebut.

Berdasarkan hasil pemantauan menggunakan drone pada hari ketiga, petugas mendeteksi dua titik api di puncak kawasan karst. Satu titik mengarah ke kawasan Amaray, sedangkan titik lainnya mengarah ke Batu Napara.

Kedua titik api tersebut berada di zona inti Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kondisi ini membuat upaya pemadaman membutuhkan penanganan yang cermat, mengingat medan yang sulit dijangkau dan keterbatasan sumber air.

Sementara itu, luas tambahan area yang terdampak pada hari ketiga belum dapat dipastikan. Petugas masih melakukan pemantauan untuk mengetahui perkembangan kebakaran.

Tim gabungan terus berupaya menangani kebakaran sekaligus memantau pergerakan api agar tidak meluas ke kawasan lainnya

Pemadaman melibatkan Manggala Agni Kementerian Kehutanan melalui Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung bersama personel Damkar Kabupaten Pangkep.

Upaya pengendalian karhutla masih berlanjut dengan mempertimbangkan kondisi medan dan keselamatan personel yang bertugas di lapangan.

Editor: Muhammad Nur

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut