Angin timur hingga tenggara dengan kecepatan mencapai 15-20 knot memicu gelombang laut setinggi sekitar tiga meter sehingga menyulitkan proses pencarian.
"Dalam operasi SAR kali ini tidak pernah ada cuaca yang benar-benar bagus. Karena itu kami lebih banyak memanfaatkan speed boat yang dibawa kapal induk untuk menjangkau pulau-pulau kecil yang tidak bisa didekati KN SAR Kamajaya," jelas Arif.
Meski operasi pencarian resmi dihentikan, Basarnas menegaskan koordinasi dengan seluruh pihak tetap dilakukan apabila muncul informasi baru terkait keberadaan korban yang masih hilang.
Arif menjelaskan, mekanisme penanganan selanjutnya berubah dari operasi pencarian menjadi operasi evakuasi apabila ada korban yang ditemukan oleh masyarakat atau nelayan.
"Jadi bukan lagi operasi pencarian, tetapi operasi evakuasi. Korban yang ditemukan akan langsung diambil untuk diserahkan kepada tim DVI," ujarnya.
Berdasarkan hasil validasi bersama pemerintah daerah, kepolisian, dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), jumlah penumpang KM Nurul Salsa ditetapkan sebanyak 76 orang. Dari jumlah tersebut, 58 penumpang berhasil diselamatkan, empat orang ditemukan meninggal dunia, sementara 14 korban lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang.
Editor : Arham Hamid
Artikel Terkait
