Menurut polisi, uang yang diminta dari orang tua tersebut rencananya digunakan EE untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan gaya hidup.
“Berdasarkan hasil penelusuran dan interogasi bahwa atas uang tersebut digunakan sendiri untuk kegiatan sehari-hari. Berfoya-foya, seperti itu,” ujarnya.
Sangkala menambahkan, dugaan aksi tersebut muncul karena EE membutuhkan uang untuk memenuhi gaya hidupnya. Ia kemudian memilih cara dengan membuat seolah-olah dirinya menjadi korban penculikan dan penyekapan.
“Dengan kebutuhan sehari-hari, kehidupan hedonnya sehingga muncul pemikiran untuk mendapatkan uang dari orang tuanya dengan cara memeras orang tuanya dengan berpura-pura bahwa dia sementara diculik dan disekap,” jelasnya.
Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya telepon seluler yang diduga digunakan untuk mengirim pesan ancaman kepada orang tua serta satu unit sepeda motor.
Hingga kini, polisi masih melakukan pendalaman untuk menentukan langkah hukum terhadap EE. Penyidik juga masih menunggu sikap orang tua EE selaku pelapor untuk menentukan apakah perkara tersebut akan dilanjutkan ke proses hukum atau diselesaikan melalui pembinaan.
Editor : Arham Hamid
Artikel Terkait
