Selain harga telur, peternak juga menyoroti persoalan harga dan ketersediaan jagung yang menjadi salah satu bahan utama pakan ternak. Mereka meminta pemerintah menjaga harga jagung sesuai HAP dan menyesuaikan kebijakan impor dengan kondisi pasokan dalam negeri.
"Kita jangan alergi terhadap impor, tapi bagaimana menstabilkan harga. Buka tutup keran impor ini salah satu solusi untuk kami," kata Bazuki.
Peternak juga meminta pemerintah meningkatkan penyerapan telur lokal melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), bantuan sosial, dan pengadaan pangan.
Mereka mendesak pemerintah mengawasi harga telur di tingkat peternak serta menindak pembeli besar yang membeli telur di bawah harga acuan.
Desakan tersebut menjadi bagian dari upaya peternak meminta adanya kebijakan yang dapat menjaga keseimbangan harga telur, menekan biaya produksi, serta memastikan keberlangsungan usaha peternakan rakyat di Sulawesi Selatan.
Editor : Muhammad Nur
Artikel Terkait
