Di tengah kondisi tersebut, Pertamina juga memperketat pengawasan penyaluran BBM bersubsidi. Monitoring dilakukan terhadap stok, pergerakan antrean, hingga pola transaksi di SPBU.
Transaksi yang terindikasi tidak wajar, termasuk pembelian berulang atau dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi, turut dievaluasi untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan.
Pertamina juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum guna memastikan BBM bersubsidi disalurkan tepat sasaran.
Sebelumnya, Pertamina telah memblokir 6.023 QR Code Subsidi Tepat yang terindikasi melakukan pengisian berulang atau transaksi tidak wajar.
Pertamina kembali mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan maupun menyimpan BBM dalam jumlah besar.
"Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Stok BBM aman, distribusi terus kami jaga, dan SPBU akan terus melayani kebutuhan masyarakat," tegas Deny.
Masyarakat juga diminta mengikuti informasi melalui kanal resmi Pertamina serta mematuhi arahan petugas SPBU.
Untuk informasi maupun laporan terkait pelayanan dan ketersediaan BBM serta LPG, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Customer Solution (PCS) 135.
"Fokus kami adalah memastikan stok tetap aman, distribusi berjalan lancar, pengawasan terus diperkuat, dan masyarakat dapat terlayani dengan baik," pungkasnya.
Editor : Muhammad Nur
Artikel Terkait
