Antrean BBM Terjadi di Gowa, Polisi Awasi SPBU Cegah Pelansiran dan Penimbunan

Nirwan
Polisi Awasi SPBU Cegah Pelansiran dan Penimbunan. Foto: Nirwan

Sunarti, salah seorang warga, mengaku harus berkeliling mencari BBM setelah stok di sejumlah SPBU maupun penjual bensin eceran kosong.

Kondisi itu bahkan membuat aktivitasnya terganggu. Saat mengantar anaknya ke sekolah, sepeda motor yang digunakan kehabisan BBM sehingga ia terpaksa mencari SPBU yang masih memiliki stok.

“Mulai dari penjual bensin eceran sampai ke SPBU, stok Pertalite dan Pertamax kosong. Saya sampai kesulitan mencari BBM.”Curhatnya.

Babak kata Sunarti, anaknya terpaksa tidak masuk sekolah lantaran kehabisan bensin dan tidak bisa mengantarkan anaknya. 

"Terpaksa anak saya tidak masuk mi sekolah, bagaimana tidak ini motor sudah tidak bisa menyala, habis bensinnya," Tutupnya. 

Kelangkaan BBM yang terjadi dalam beberapa hari terakhir juga membuat masyarakat mulai khawatir kehabisan bahan bakar. 

Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu faktor meningkatnya daya beli masyarakat secara bersamaan atau panic buying.

Hal itu juga menjadi salah satu temuan petugas Unit Tipidter Satreskrim Polresta Gowa saat melakukan pemantauan di sejumlah SPBU.

IPDA Muhammad Nur Kasubnit 2 Unit Tipiter Satreskrim Polresta Gowa mengatakan pihaknya menemukan adanya peningkatan daya beli masyarakat di sejumlah SPBU.

Selain itu, polisi juga menemukan adanya pengurangan pasokan yang diterima sejumlah SPBU dibandingkan jumlah yang diajukan.

“Jadi kami dari Unit Tipidter Polresta Gowa melakukan pemantauan di sejumlah SPBU di Kabupaten Gowa. Adapun beberapa SPBU yang kami lakukan pemantauan, di antaranya adanya peningkatan atau daya beli dari masyarakat.”ujar Aipda Nur. 

Menurut Ipda Muhammad Nur, terdapat SPBU yang mengajukan permintaan hingga 16 kiloliter, namun pasokan yang diterima hanya sekitar 8 kiloliter.

“Yang kedua, dari keterangan para penanggung jawab SPBU, adanya pengurangan dari beberapa SPBU. Ada satu, dua, tiga SPBU yang meminta 16 KL, yang ada sebenarnya hanya 8 KL.”Paparnya.

Kondisi tersebut, ditambah meningkatnya pembelian masyarakat, membuat antrean panjang terjadi di sejumlah SPBU.

Polisi menyebut fenomena panic buying juga terlihat dari hasil pemantauan di lapangan.

“Pantauan ada beberapa antrean. Di mana masyarakat saya lihat daya beli yang meningkat di beberapa SPBU. Adanya juga mungkin panic buying.”Ungkap Nur.

Editor : Muhammad Nur

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network