Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dua Penyidik Tipikor Polresta Gowa Diduga Dikeroyok di Jalan, Pelaku Diduga Mabuk Berat
Advertisement . Scroll to see content

Tangis Keluarga Ojol di Hadapan Menko Yusril Ihza Mahendra, Desak Pelaku Pengeroyokan Dihukum Mati

Kamis, 11 September 2025 | 15:42 WIB
  • author LeoMN
Tangis Keluarga Ojol di Hadapan Menko Yusril Ihza Mahendra, Desak Pelaku Pengeroyokan Dihukum Mati
Keluarga ojol korban kerusuhan Makassar mengadu ke Menko Yusril Ihza Mahendra agar pelaku pengeroyokan dihukum mati. Foto: LeoMN

Yusril menyampaikan kepada keluarga korban bahwa tiga pelaku penganiayaan terhadap Rusdamdiansyah tidak dibebaskan. Hanya saja, pelaku dipindahkan ke rumah aman dikarenakan masih di bawah umur.

"Tentu tiga dari mereka yang melakukan ini sudah ditahan. Kita sudah tahu dan diantara yang melakukan penganiayaan ada anak-anak dan masih ada ditahan di rumah aman," kata dia.

Yusril mengaku proses hukum terhadap pelaku pengeroyokan hingga meninggalnya Rusdamdiansyah akan terus berlanjut. Meski ada jalan untuk Restorative Justice, tetapi jika keluarga korban tidak setuju maka proses hukum akan terus berlanjut hingga pengadilan.

"Jadi kalau misalnya Restorative Justice itu tidak disetujui oleh keluarga korban, pemerintah tidak bisa berbuat apa-apa dan hukum tetap akan ditegakkan," sebutnya.

Ia kembali menegaskan Restorative Justice bisa dilakukan jika keluarga korban dan pelaku sepakat untuk berdamai. Namun, jika salah satu pihak menolak, maka Restirative Justice tidak bisa dilakukan.

"Jadi restorasi Justice itu harus dimulai dari keluarga korban dan keluarga pelaku, masyarakat, serta penegak hukum. Seperti yang saya sampaikan tadi, jangan sampai anak-anak ini juga tidak dilakukan pembinaan dan pendidikan sehingga merasa nanti akan dibebaskan, nanti akan ada restorasi Justice. Semakin enak saja, sehingga dia merasa orang tidak bersalah," ucapnya.

Editor: Muhammad Nur

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut