get app
inews
Aa Text
Read Next : Trafik Tol Makassar Diprediksi Naik 6 Persen saat Mudik Lebaran, CCTV Real-Time Disiagakan

Kekerasan dalam Pacaran Dominasi Kasus Perempuan dan Anak di Makassar

Rabu, 07 Januari 2026 | 19:59 WIB
header img
Ilustrasi perempuan jadi korban kekerasan. Foto: Ist

MAKASSAR, iNewsCelebes.id – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar mencatat sebanyak 1.222 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak terjadi sepanjang tahun 2025.

Angka ini menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 520 kasus.

Dari total tersebut, korban anak mendominasi dengan 762 kasus atau sekitar 62 persen, sementara korban dewasa tercatat sebanyak 460 kasus atau 38 persen.

Kasus kekerasan dalam hubungan berpacaran menjadi kategori tertinggi dengan 91 kasus.

Kepala DPPPA Kota Makassar, Ita Isdiana Anwar, mengatakan bahwa data tersebut mencerminkan meningkatnya kesadaran korban untuk melapor, sekaligus menunjukkan masih tingginya risiko kekerasan di lingkungan terdekat.

“Dari total 1.222 kasus, korban anak tercatat sebanyak 762 kasus atau sekitar 62 persen, sementara korban dewasa sebanyak 460 kasus atau sekitar 38 persen,” kata Ita Anwar dalam keterangan tertulisnya, dikutip rabu (7/1/2026).

Berdasarkan hubungan korban dan pelaku, kekerasan paling banyak dilakukan oleh orang-orang di sekitar korban, mulai dari keluarga hingga lingkungan sosial terdekat.

“Rinciannya antara lain kategori lain-lain sebanyak 224 kasus, orang tidak dikenal 70 kasus, pacar atau mantan pacar 91 kasus, orang tua 80 kasus, suami atau istri 50 kasus,” sebutnya.

“Kasus tetangga 63 kasus, guru 15 kasus, teman 41 kasus, keluarga 29 kasus, saudara 8 kasus, rekan kerja 7 kasus, atasan atau majikan 4 kasus, serta orang lain atau kenalan sebanyak 4 kasus,” lanjutnya.

Dari sisi modus, kekerasan langsung masih menjadi bentuk paling dominan dengan 311 kasus, disusul ancaman sebanyak 66 kasus.

Selain itu, terdapat pula penyalahgunaan kekuasaan sebanyak 17 kasus, iming-iming 7 kasus, serta penyekapan 1 kasus. Lokasi kejadian paling banyak terjadi di lingkungan rumah tangga.

Kasus kekerasan juga tercatat terjadi di fasilitas umum sebanyak 232 kasus atau 37,7 persen, hotel atau tempat kos 62 kasus atau 10,1 persen, serta di sejumlah lokasi lain.

“Kasus di Sekolah sebanyak 38 kasus atau 6,2 persen, tempat kerja sekitar 11,18 persen, dunia maya sebanyak 12 kasus atau 1,9 persen, serta kampus sebanyak 3 kasus atau 0,5 persen,” paparnya.

Editor : Muhammad Nur

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut