Jika 10.000 Kebun Tumbuh di Makassar: Urban Farming, Tanami Tanata, dan Masa Depan Kota yang Mandiri
Mandiri Pakan dan Ekologi Kota
Urban farming yang terintegrasi tidak berhenti pada tanaman. Sisa sayur dari dapur dan kebun bisa dimanfaatkan untuk budidaya maggot, yang kemudian menjadi pakan ikan atau unggas.
Sebuah siklus kecil terbentuk: sampah menjadi maggot, maggot menjadi pakan, pakan menjadi sumber pangan baru.
Ekologi kecil seperti ini mungkin tampak sederhana. Namun jika terjadi di ribuan rumah, ia akan membentuk sistem ekologis kota yang jauh lebih sehat.
Ketika Gerakan Bertemu Kebijakan
Urban farming tidak akan berkembang hanya dengan kebijakan pemerintah. Ia juga tidak akan berkembang hanya dengan gerakan komunitas. Ia membutuhkan keduanya.
Program Urban Farming Terintegrasi yang didorong Pemerintah Kota Makassar membuka ruang bagi gerakan warga seperti Tanami Tanata’ untuk berkembang lebih luas.
Di sisi lain, gerakan sosial memberi energi dan partisipasi yang tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh program birokrasi.
Ketika kebijakan dan gerakan bertemu, perubahan kota dapat bergerak lebih cepat.
Editor : Muhammad Nur