Bentrokan di Kampus UMI, Forum Lintas Angkatan Sastra Kecam Kekerasan dan Desak Investigasi Tuntas
MAKASSAR, iNewsCelebes.id - Bentrokan yang terjadi di lingkungan Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI), Jalan Urip Sumoharjo, Jumat (24/4/2026) malam menuai reaksi keras dari Forum Lintas Angkatan Fakultas Sastra UMI.
Mereka menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus mengecam aksi kekerasan yang dinilai mencederai dunia akademik.
Juru Bicara Forum Lintas Angkatan Sastra UMI, Zubhan Eka Friansyah, menyebut peristiwa tersebut sebagai catatan kelam yang kembali mencoreng lingkungan kampus.
Bentrokan terjadi saat sekelompok mahasiswa tengah memperingati tragedi “April Makassar Berdarah (Amarah)”.
Menurutnya, kampus seharusnya menjadi ruang aman bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi. Namun, situasi berubah ketika terjadi pembubaran paksa yang disertai aksi perusakan fasilitas oleh pihak luar.
“Penyerbuan dan tindakan anarkis seperti penjebolan pagar serta perusakan aset kampus tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun. Ini adalah tindakan yang berpotensi pidana dan harus diproses secara hukum,” tegas Zubhan dalam keterangannya kepada media, Sabtu (25/4).
Desak Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih
Forum Lintas Angkatan Sastra UMI juga mendesak aparat dari Polrestabes Makassar untuk mengusut tuntas insiden tersebut.
Mereka menilai, penanganan hukum harus menyasar seluruh pihak yang terlibat, termasuk oknum di luar civitas akademika yang diduga turut melakukan penyerangan dan perusakan.
Selain itu, forum juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap mahasiswa yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
Mereka meminta agar proses hukum tetap menjunjung asas praduga tak bersalah serta menjamin hak pendampingan hukum.
Evaluasi Tata Kelola Aksi di Lingkungan Kampus
Tak hanya fokus pada penegakan hukum, forum alumni juga mendorong adanya evaluasi menyeluruh terkait tata kelola aksi demonstrasi di lingkungan kampus.
Menurut mereka, perlu ada kesepahaman antara pihak kampus, aparat keamanan, dan masyarakat sipil agar kegiatan penyampaian aspirasi tetap berjalan tanpa mengganggu ketertiban umum.
Forum menilai, peristiwa ini menjadi momentum penting untuk memperbaiki mekanisme komunikasi dan pengamanan aksi, sekaligus mencegah munculnya tindakan main hakim sendiri oleh pihak mana pun.
Imbauan Menahan Diri
Di akhir pernyataannya, Forum Lintas Angkatan Sastra UMI mengajak seluruh pihak untuk tidak terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah.
Mereka berharap, kejadian ini dapat menjadi pembelajaran bersama dalam membangun dialog yang lebih dewasa dan konstruktif di ruang akademik.
“Semua pihak harus menahan diri dan mengedepankan dialog. Kampus adalah tempat berpikir, bukan arena konflik,” pungkas Zubhan.
Editor: Muhammad Nur