118 PKL di Mamajang Makassar Akhirnya Bongkar Lapak Sendiri Usai 20 Tahun Berjualan
Dari total 118 lapak, sebanyak 13 unit merupakan bangunan permanen. Sebagian pedagang diketahui telah berjualan di lokasi tersebut selama kurang lebih 20 tahun.
Rizal menambahkan, terdapat variasi kondisi pedagang, di antaranya 16 pedagang berjualan dari rumah, lima membuka lapak di depan ruko, dan 23 lainnya sebenarnya telah memiliki tempat di dalam pasar namun memilih berjualan di luar.
Pedagang yang sebelumnya berjualan di depan pasar kini diarahkan kembali masuk ke dalam area pasar, sementara sebagian lainnya direlokasi ke Pasar Senggol.
Pasca penataan, pemerintah akan melakukan pengawasan intensif selama tiga bulan untuk memastikan tidak ada lagi pedagang yang menggunakan fasilitas umum.
“Satpol PP, Linmas, RT/RW, serta unsur TNI-Polri akan rutin melakukan kontrol agar kawasan tetap tertib,” ujarnya.
Selain penataan pedagang, pemerintah juga membongkar bangunan yang menutup saluran drainase dan merapikan kawasan sekitar. Dinas Pekerjaan Umum akan melanjutkan perbaikan infrastruktur, khususnya saluran air, guna mencegah genangan.
Ke depan, kawasan tersebut akan ditata ulang agar lebih tertib, bersih, dan tidak kembali digunakan sebagai lokasi berjualan di atas fasilitas umum.
Editor : Arham Hamid