Bedah Hak Angket DPRD Gowa: Pengawasan Politik atau Delik Hukum?
Tetap Jaga Persatuan
Sementara itu, Robin Harun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak menjadikan perbedaan pandangan sebagai pemicu perpecahan.
"Benar atau salah, persoalan ini sudah menjadi konsumsi publik. Karena itu, mari kita hormati setiap proses yang sedang berjalan."
"Jangan sampai perbedaan sikap politik justru merusak persaudaraan dan memecah kebersamaan masyarakat Gowa. Yang harus kita jaga adalah persatuan, bukan mempertajam konflik," katanya.
Tokoh masyarakat Abdul Hakim Daeng Ngerang menyoroti pentingnya menghidupkan kembali peran lembaga adat dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial maupun politik di Gowa.
"Kita memiliki warisan kelembagaan adat yang selama ini menjadi penyejuk ketika terjadi persoalan di tengah masyarakat."
"Lembaga adat harus kembali diberi ruang untuk menghadirkan nasihat, menjadi penengah, serta mengingatkan semua pihak agar mengedepankan kepentingan daerah di atas kepentingan politik sesaat," ujarnya.
Mantan Sekretaris Daerah Gowa Yusuf Sommeng lebih menekankan pentingnya nilai budaya lokal dalam menyelesaikan konflik.
"Orang Gowa memiliki falsafah siri' na pacce yang mengajarkan kehormatan, empati, dan kebijaksanaan."
"Nilai itu semestinya menjadi pijakan dalam mencari jalan keluar. Persoalan sebesar apa pun akan lebih bermartabat apabila diselesaikan dengan kepala dingin, saling menghormati, dan mengutamakan kepentingan masyarakat," katanya.
Editor : Muhammad Nur