Darmawangsyah juga menegaskan tidak boleh ada sekat maupun perbedaan dalam tubuh kepengurusan KONI Sulsel. Seluruh pengurus disebut memiliki tanggung jawab yang sama untuk membawa olahraga Sulsel lebih berprestasi.
“Tidak ada perbedaan di antara kita. Apa pun posisi kita, tujuan kita tetap sama, yakni membawa olahraga Sulawesi Selatan berprestasi dan menembus 10 besar nasional,” tegasnya.
Selain fokus menghadapi PON 2028, kepengurusan baru KONI Sulsel juga akan memprioritaskan tiga agenda besar, yakni pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), Pra-PON, dan persiapan menuju PON.
Menurut Darmawangsyah, Porprov menjadi momentum penting untuk menjaring atlet-atlet potensial yang nantinya diproyeksikan tampil pada Pra-PON hingga PON 2028.
“Kita ingin hasil Porprov nanti melahirkan atlet-atlet terbaik yang bisa dipersiapkan menuju Pra-PON dan PON,” ujarnya.
Ia juga berharap dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan agar pembinaan olahraga dapat berjalan maksimal dan berkelanjutan.
“Prestasi KONI adalah prestasi Sulsel. Prestasi Dispora juga prestasi Sulsel. Semua hasil yang diraih di PON nantinya adalah kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, menilai target Sulsel menembus 10 besar pada PON 2028 sangat realistis untuk dicapai.
Menurutnya, Sulawesi Selatan memiliki sejarah prestasi yang baik di ajang nasional, termasuk saat berhasil finis di posisi ketujuh pada PON 2012 di Pekanbaru.
“Dengan kerja keras dan kebersamaan yang dibangun pengurus KONI Sulsel, target 10 besar sangat mungkin tercapai di PON 2028,” kata Marciano.
Marciano juga memaparkan sejumlah agenda nasional KONI menuju PON 2028, di antaranya pelaksanaan PON Bela Diri di Sulawesi Utara dan PON Pantai di Jakarta.
Editor : Muhammad Nur
Artikel Terkait
