Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Bansos Terindikasi Dipakai Judi Online, 25.214 KPM di Sulsel Terseret
Advertisement . Scroll to see content

Mensos Dorong Pemutakhiran Data Kemiskinan Tiap 3 Bulan Agar Bansos Tepat Sasaran

Sabtu, 18 April 2026 | 20:14 WIB
  • author LeoMN
Mensos Dorong Pemutakhiran Data Kemiskinan Tiap 3 Bulan Agar Bansos Tepat Sasaran
Menteri Sosial Saifullah Yusuf bersama Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman memberikan keterangan pers di Kantor Gubernur Sulsel. Foto: LeoMN

Dalam DTSEN, data masyarakat dibagi ke dalam 10 kelompok atau desil berdasarkan tingkat kesejahteraan. Desil 1 dan 2 menjadi prioritas utama penerima bantuan sosial.

"Sudah fokus kita di desil 1, desil 2. Kalau masih ada alokasinya naikin desil 3. Nanti gitu kalau datanya sudah solid. Kalau desil 3 alokasi anggaranya masih ada, naikkan lagi. Karena kemudian targeted," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Sulawesi Selatan Abdul Malik Faisal menegaskan bahwa penentuan status kesejahteraan masyarakat sepenuhnya mengacu pada data nasional yang ditetapkan BPS dalam DTSEN.

“Fakta saat ini, yang menentukan pemeringkatan kesejahteraan masyarakat atau desil itu BPS dan ditetapkan dalam DTSEN,” ujar Abdul Malik Faisal.

Ia menjelaskan, Kementerian Sosial menetapkan calon penerima bansos berdasarkan data tersebut, di mana desil 1 hingga desil 10 menggambarkan tingkat kesejahteraan rumah tangga, dari yang paling miskin hingga paling sejahtera.

Menurutnya, bantuan sosial hanya diberikan kepada masyarakat pada desil 1 hingga 5. Jika bantuan diberikan di luar kategori tersebut, berpotensi menimbulkan masalah hukum.

"Kalau Kemensos Memberikan Bantuan kepada Penerima yang tidak terdaftar dalam DTSEN pada Desil 1 sampai 5, berarti penerima tidak sesuai persyaratan sebagai orang tidak kurang mampu dan tidak tepat sasaran. Hal tersebut akan berakibat timbulnya kerugian negara kalau diperiksa oleh BPK RI," tegasnya.

Editor: Muhammad Nur

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut