get app
inews
Aa Text
Read Next : Anggota DPRD Jeneponto Digugat di Pengadilan Terkait Dana Investasi Rp500 Juta

Viral Dugaan Keracunan MBG di Jeneponto, 21 Siswa SD Dilarikan ke Puskesmas

Kamis, 23 April 2026 | 18:13 WIB
header img
Puluhan siswa di Sekolah Dasar Negeri 7 Rumbia, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Foto: Nirwan

JENEPONTO,iNewsCelebes.id - Puluhan siswa di Sekolah Dasar Negeri 7 Rumbia, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis pada Kamis (23/4/2026).

Para siswa yang mengalami gejala langsung dilarikan ke Puskesmas Tompobulu Rumbia untuk mendapatkan penanganan medis. Dari jumlah tersebut, sebanyak 21 siswa dilaporkan harus menjalani perawatan intensif.

Berdasarkan pantauan, sejumlah siswa tampak lemas saat tiba di fasilitas kesehatan. Beberapa di antaranya bahkan harus mendapatkan bantuan oksigen dan infus, sementara siswa lainnya masih dalam tahap observasi karena mengalami gejala yang lebih ringan.

Salah seorang guru SD Negeri 7 Rumbia mengatakan, puluhan siswa mulai merasakan keluhan setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan di lingkungan sekolah.

“Total ada 21 siswa yang saat ini masih menjalani perawatan di Puskesmas Tompobulu,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jeneponto, Alamsyah, membenarkan adanya informasi tersebut, meski dirinya mengaku masih melakukan pengecekan di lapangan.

"Iya daerah Rumbia kejadiannya, saya belum kroscek juga kebenarannya karena sebenarnya ini dapur (SPPG) tidak pernah juga dikomunikasikan di Dinas," ujar Alamsyah kepada wartawan.

Alamsyah menyebut, selama ini distribusi makanan dari pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak pernah dikoordinasikan dengan dinas.

Akibatnya, pengawasan terhadap pelaksanaan program menjadi tidak maksimal, baik dari sisi distribusi maupun kualitas makanan yang diterima siswa.

"Jadi susah juga bagaimana pemantauannya, pengaturannya. Ini dapur langsung ke sekolah masing-masing, tidak disampaikan ke dinas dulu," ucapnya.

Ia menilai pola distribusi tanpa koordinasi berisiko menimbulkan persoalan, terutama menyangkut keamanan makanan yang dikonsumsi peserta didik.

Editor : Muhammad Nur

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut